Rabu, 07 November 2012

Puisi Tentang Guru

Cinta   Guru
Setiiap  masuuk  kelas  IIa  bawa  hal  baruu
Hiingga  muuriid  slaluu  menuungguu-nuungguu
Tak  pernah  datang  terlambat
Atuuran  waktuunya  suungguuh  akuurat
Pelajaranpuun  penuuh  dengan  variiasii
Dengan  beragam  macam  aksii
Teriiakan,  tepuuk  tangan  dan  tawa
Yel-yel  dan  nyanyiian  bergema
Memberii  semangat  pada  semuua
Memberii  dorongan  uuntuuk  mencoba
Dengannya  kelas  jadii  bernyawa
Penuuh  kesuungguuhan  namuun  tak  hiilangkan  canda
Dii  kala  laiin  harii  jadii  senduu  terasa
Ketiika  iia  bacakan  ceriita
Kiisah  sediih  yang  penuuh  duuka
Atauu  diiberiinya  muuriid  tuugas  membaca
Darii  kuumpuulan  karya  sastra
Karena  dengan  banyak  membaca
Piikiiran  semakiin  terbuuka
Dengan  iinformasii  duuniia
Dan  hatii  akan  menjadii  peka
Pada  sesiiapa  yang  menderiita
Benar-benar  kelas  yang  iistiimewa
Diibaliiknya  semuua  logiika
Dan  kebiiasaan  yang  berlakuu  ada
Semuua  muuriid  menyuukaii  matematiika
Biiologii  dan  bahasa  IInggriis  juuga
Bahkan  pada  pelajaran  fiisiika
Suungguuh  sangat  diiciinta
Sejarah,  Keterampiilan  dan  olah  raga
Geografii  dan  pelajaran  Agama,
Menuuliis  ceriita  dan  bermaiin  drama
semuua  sama  saja
Ketiika  bernyanyii  dan  membaca  puuiisii
Latiihan  piidato,  berdebat  dan  diiskuusii
Dengan  kesenangan  iituu  harii-harii  diiiisii
Dan  yang  membuuat  guuruu  bahagiia
Selaluu  saja  niilaii  dii  atas  rata-rata
Mereka  heran  mengapa  hal  iituu  biisa.
Hiingga  menguubah  segala  yang  ada
Karena  guuruu  bekerja  dengan  ketuuluusan  jiiwa,  dan  memberii  dengan  ciinta.


GURU  SEJATI
Guuruu  adalah  pahlawan  sejatii
Pengabdii  yang  tak  pernah  hentii
Nasiihatnya  menenteramkan  hatii
Karena  iituulah  iia  sangat  diihormatii
Senyuum  yang  selaluu  terbuuka
Benar-benar  lahiirkan  pesona
Sorot  matanya  tajam
Namuun  tak  kesankan  kejam
UUcapannya  tegas
Tapii  tak  terasa  keras
Dan  diisiipliin  yang  diiterapkan
Ketat  namuun  mengasyiikan
Karena  iituu  muuriid  semuua  menciintaiinya
Tak  juuga  IIa  berkata  kasar
Teriiakan  apalagii  Caciian
Tuutuur-katanya  lembuut  menyenangkan
Teguurannya  sopan  tak  berlebiihan
Namuun  tegas  dalam  memuutuuskan
Semuua  muuriid  diiperlakuukan  sama
Walauu  dengan  cara  berbeda
IIa  biisa  biicara  tanpa  berkata
Berteriiak  tanpa  suuara
Karena  jiiwanya  suungguuh  kaya
Dengan  kasiih  dan  penuuh  ciinta
Muuriid  merasa  aman  dengannya
Sepertii  seorang  ayah  layaknya
Menjadii  akrab  dengan  siiapa  saja
Semuua  merasa  sahabat  kariibnya
Tahuukah  Kauu,
dii  negrii  mana  guuruu  iituu  berada?
IIngiin  sekalii  kuutemuuii
Akan  kuuajak  diia  ke  siinii
Agar  bersediia  mengajarii
Semuua  guuruu  hiingga  biisa  memberii
Dengan  setuuluus-tuuluus  hatii
Agar  guuruu  biisa  bekerja
Dengan  modal  kekayan  jiiwa
Dan  pemeriintah  mauu  peduulii
Dengan  nasiib  anak-anak  negrii
Yang  hiiduup  dalam  jiiwa  yang  matii
Agar  meruubah  negrii  iinii
Menjadii  kampuung  besar
Yang  penduuduuknya  suuka  belajar
Agar  negrii  iinii  tiidak  beruubah
Menjadii  padang  kuubuuran
Tahuukah  Kauu,  dii  negrii  mana  guuruu  iituu  berada?


Pelangi  Untuk  Guru

Diia…
Diia  yang  mengajariikuu  selama  iinii
Diia  yang    menjadiikankuu  sepertii  iinii
Diia  yang  rela  diitiitiipkan  seorang  akuu..
Benda  kosong  melompong  yang  sat  iituu  hanya  penuuh  nafsuu..

Laluu…
IIa  anggap  diiriikuu  layaknya  selembar  kertas  puutiih
Diiluukiisnya  warna-warna  damaii  nan  berartii
Puutiih,  agar  diiriikuu  berpiikiiran  jerniih
Emas,  agar  diiriikuu  bersiinar  cerah
Dan  merah,  agar  hatiikuu  penuuh  dengan  semangat  yang  membara

Dan  kiinii  akuu  puun  mengertii…
Diiriinya  yang  telah  membuuat  diiriikuu  penuuh  iisii
Yang  membuuatkuu  mengertii,  bahwa  hiiduup  iituu  uuntuuk  diijalanii
Dan  yang  membuuatkuu  bahagiia  memiiliikii  warna-warna  pelangii

Suuatuu  sat  nantii,  akuu  akan  kembalii  padanya..
Membalas  buudiinya..
Meluukiiskan  beriibuu  pelangii  yang  pantas  iia  banggakan

Jasaya  uuntuukkuu  takkan  pernah  tergantiikan
Kuu  uucapkan  teriimakasiih  uuntuukmuu,  peliita  hatiikuu
Kuu  uucapkan  teriimakasiih  uuntuukmuu..
Oh  Guuruukuu…







Guru Sejahtera

Lihatlah dan coba cermati
Sosok yang datang di pagi sepi
Pantalon dan Kemejanya rapi
Bergesper gelap juga berdasi
Sepatu mengkilap melangkah pasti
Dengan laptop di tangan kiri
Dan juga alat komunikasi
Rambut tersisir berminyak wangi
Aromanya, Hmm… seharum kesturi
Lihatlah rumahnya,
Yang tak jauh dari sekolah
Sungguh bersih dan asri
Warna cat, hiasan dan alam serasi
Di halaman rumput hijau menghiasi
Diselingi pohon rimbun di kedua sisi
Garasi mobil di sebelah kiri
Dengan tanaman pot mengelilingi
Ada bangku-bangku diterasnya
Yang banyak dipenuhi bunga-bunga
Ada air mancur dan kolam
Di mana ikan bergerombolan
Di ruang dalam tak kalah juga
Perabot sederhana yang apik tertata
Ada ruangan luas satu saja
Dan rak buku sungguh besarnya
Aneka judul ribuan jumlah
Komik, kamus aneka majalah
Biologi, geografi juga sejarah
Karya sastra, puisi, cerpen dan prosa
Buku cerita anak, remaja, dan dewasa
Beragam kliping dan ensiklopedia
Deretan panjang hasil karya ilmiah
Sungguh sumber ilmu semua isinya
Ada juga media elektronika
Yang membuat pelajaran berjiwa
Peta benua semua ada
Juga globe dan berbagai alat peraga
Di situlah Ia siapkan pelajaran
Dengan sungguh-sungguh persiapan
Di depan kelas akan disampaikan
Ilmu dengan aneka penyampaian
Bagaimana murid-murid tak kaya
Dengan ilmu yang akan diserapnya
Seperti itulah semua rumah
Yang dimiliki guru-guru daerah
Mereka hidup dengan sejahtera
Bersama istri dan anak-anaknya
Karena jasa yang tiada tara
Mengukir pribadi anak negri
Dengan ilmu dan budi pekerti
Mengasah akal dan menghias hati
Sejak kecil hingga terbawa mati
Sungguh balasan yang tak sepadan
Meski dengan emas intan berlian
Di negeri pertiwi ini, kita bahkan masih melihat banyak guru menderita dengan kekurangan gaji dan masih menghadapi masalah sekolah yang membutuhkan biaya yang banyak. Maka kita harus bersyukur seperti yang tertera dalam puisi dibawah ini :



Terimalah aku yang ingin bersuci
Terimalah baktiku untukmu
Kau guru yang mulia
Dan sungguh sempurna
Mengajarkan kebersamaan
Dan kasih sayang bagi semua
Tak akan berpaling hatiku
Dari teduhnya kasihmu
Kau guru yang mulia
Dan bijaksana
Jalanmu terang bagi dunia
Sungguh besar kasihmu, Ibu
Guru agung maha bijaksana
Kau ajarkan damai bagi dunia
Aku semakin mencintaimu
Puisi sudah lama menjadi karya sastra yang populer untuk menyatakan sebuah kisah cinta anak manusia. Dan seperti halnya pujangga yang selalu merenungkan nasib di sekumpulan kertas, kita juga harus memberikan sentuhan tersendiri kepada para wanita atau dengan kata lain ibu guru yang telah mengubah sesuatu yang ada menjadi ada.
Dan inilah kumpulan puisi tentang mereka.. tentang jasa mereka..
Puisi Untuk Guru
Orang kata guru itu penat
Gaji tak seberapa kerja berlambak
Aku kata guru itu rehat
Mengajar tak seberapa tapi penuh berkat
Kerja sekerat-sekerat pahala penuh sendat
Ilmu yang dicurah tak dapat disekat
Makin dicurah makin mendekat
Orang kata guru itu sungguh bosan
Setiap tahun muka sama setiap bulan
Aku kata guru itu singguh riang
Sekali berkata murid ketawa girang
Bila berjaya murid terus menjulang
Jasa bakti tak pernah hilang

PUISI UNTUK SANG GURU
Engkau bagaikan cahaya
Yang menerangi jiwa
Dari segala gelap dunia
Engkau adalah setetes embun
Yang menyejukan hati
Hati yang ditikam kebodohan
Sungguh mulia tugasmu Guru
Tugas yang sangat besar
Guru engkau adalah pahlawanku
Yang tidak mengharapkan balasan
Segala yang engkau lakukan
Engkau lakukan dengan ikhlas
Guru jasamu takkan kulupa
Guru ingin ingin kuucapkan
Terimakasih atas semua jasamu
Tiada keindahan dalam puisi tapi makna yang terkandung didalamnyalah yang membuat semua itu terjadi, Seorang ibu dapat memberikan cinta kepada anak-anaknya, dan itu yang dilakukan seorang guru kepada muridnya. Mari kita renungkan dalam impian saat kita mengucapkan terima kasi kepada mereka dengan bercarik-carik puisi… Hmmm oh indahnya dunia ini..
SEKUNTUM BUNGA UNTUK GURU-GURU TERCINTA

Allah ciptakan matahari,
yang tak pernah bosan bersinar,
seperti halnya semangat dan kasih sayangmu dalam mendidik kami,
wahai guruku……
Allah ciptakan bulan untuk menerangi malam,
seperti halnya engkau bu guru,
yang selalu membimbing dan menerangi kami dengan berbagai ilmu
Allah ciptakan bintang dimalam hari sebagai penghias,
seperti halnya engkau bu guru,
yang selalu menghiasi hari-hari kami dengan begitu indahnya.
Allah ciptakan bunga yang begitu harum,
seperti halnya engkau bu guru yang telah memberikan keharuman pada hari-hari kami,
selama kami bermain dan belajar disekolah.
Mengapa setiap orang mau menjadi guru, bukankah gajinya kecil. Ya itu memang benar, tapi uang bukan segalanya. Cinta adalah segalanya. Dan itu yang dilakukan guru kebanyakan, mereka melakukannya untuk untuk kesetiaan untuk pengabdian dan untuk kebanggan.
Aku seorang guru.
Lihatlah…seharian,

aku telah diminta menjadi seorang aktor,

teman, penemu barang hilang, psikologi,
pengganti orang tua, penasihat,
hakim, pengarah, motivator,
dan pembimbing ruhani murid-muridku..
Meski tersedia peta,
grafik, formula, kata kerja, cerita dan buku.
Aku sebenarnya tidak punya apa-apa untuk diajarkan,
karena murid-muridku sebenarnya hanya mempunyai diri mereka sendiri untuk belajar,

Tidak ada komentar:

Posting Komentar