Cinta GuruSetiiap masuuk kelas IIa bawa hal baruu
Hiingga muuriid slaluu menuungguu-nuungguu
Tak pernah datang terlambat
Atuuran waktuunya suungguuh akuurat
Pelajaranpuun penuuh dengan variiasii
Dengan beragam macam aksii
Teriiakan, tepuuk tangan dan tawa
Yel-yel dan nyanyiian bergema
Memberii semangat pada semuua
Memberii dorongan uuntuuk mencoba
Dengannya kelas jadii bernyawa
Penuuh kesuungguuhan namuun tak hiilangkan canda
Dii kala laiin harii jadii senduu terasa
Ketiika iia bacakan ceriita
Kiisah sediih yang penuuh duuka
Atauu diiberiinya muuriid tuugas membaca
Darii kuumpuulan karya sastra
Karena dengan banyak membaca
Piikiiran semakiin terbuuka
Dengan iinformasii duuniia
Dan hatii akan menjadii peka
Pada sesiiapa yang menderiita
Benar-benar kelas yang iistiimewa
Diibaliiknya semuua logiika
Dan kebiiasaan yang berlakuu ada
Semuua muuriid menyuukaii matematiika
Biiologii dan bahasa IInggriis juuga
Bahkan pada pelajaran fiisiika
Suungguuh sangat diiciinta
Sejarah, Keterampiilan dan olah raga
Geografii dan pelajaran Agama,
Menuuliis ceriita dan bermaiin drama
semuua sama saja
Ketiika bernyanyii dan membaca puuiisii
Latiihan piidato, berdebat dan diiskuusii
Dengan kesenangan iituu harii-harii diiiisii
Dan yang membuuat guuruu bahagiia
Selaluu saja niilaii dii atas rata-rata
Mereka heran mengapa hal iituu biisa.
Hiingga menguubah segala yang ada
Karena guuruu bekerja dengan ketuuluusan jiiwa, dan memberii dengan ciinta.
GURU SEJATI
Guuruu adalah pahlawan sejatii
Pengabdii yang tak pernah hentii
Nasiihatnya menenteramkan hatii
Karena iituulah iia sangat diihormatii
Senyuum yang selaluu terbuuka
Benar-benar lahiirkan pesona
Sorot matanya tajam
Namuun tak kesankan kejam
UUcapannya tegas
Tapii tak terasa keras
Dan diisiipliin yang diiterapkan
Ketat namuun mengasyiikan
Karena iituu muuriid semuua menciintaiinya
Tak juuga IIa berkata kasar
Teriiakan apalagii Caciian
Tuutuur-katanya lembuut menyenangkan
Teguurannya sopan tak berlebiihan
Namuun tegas dalam memuutuuskan
Semuua muuriid diiperlakuukan sama
Walauu dengan cara berbeda
IIa biisa biicara tanpa berkata
Berteriiak tanpa suuara
Karena jiiwanya suungguuh kaya
Dengan kasiih dan penuuh ciinta
Muuriid merasa aman dengannya
Sepertii seorang ayah layaknya
Menjadii akrab dengan siiapa saja
Semuua merasa sahabat kariibnya
Tahuukah Kauu,
dii negrii mana guuruu iituu berada?
IIngiin sekalii kuutemuuii
Akan kuuajak diia ke siinii
Agar bersediia mengajarii
Semuua guuruu hiingga biisa memberii
Dengan setuuluus-tuuluus hatii
Agar guuruu biisa bekerja
Dengan modal kekayan jiiwa
Dan pemeriintah mauu peduulii
Dengan nasiib anak-anak negrii
Yang hiiduup dalam jiiwa yang matii
Agar meruubah negrii iinii
Menjadii kampuung besar
Yang penduuduuknya suuka belajar
Agar negrii iinii tiidak beruubah
Menjadii padang kuubuuran
Tahuukah Kauu, dii negrii mana guuruu iituu berada?
Pelangi Untuk Guru
Diia…
Diia yang mengajariikuu selama iinii
Diia yang menjadiikankuu sepertii iinii
Diia yang rela diitiitiipkan seorang akuu..
Benda kosong melompong yang sat iituu hanya penuuh nafsuu..
Laluu…
IIa anggap diiriikuu layaknya selembar kertas puutiih
Diiluukiisnya warna-warna damaii nan berartii
Puutiih, agar diiriikuu berpiikiiran jerniih
Emas, agar diiriikuu bersiinar cerah
Dan merah, agar hatiikuu penuuh dengan semangat yang membara
Dan kiinii akuu puun mengertii…
Diiriinya yang telah membuuat diiriikuu penuuh iisii
Yang membuuatkuu mengertii, bahwa hiiduup iituu uuntuuk diijalanii
Dan yang membuuatkuu bahagiia memiiliikii warna-warna pelangii
Suuatuu sat nantii, akuu akan kembalii padanya..
Membalas buudiinya..
Meluukiiskan beriibuu pelangii yang pantas iia banggakan
Jasaya uuntuukkuu takkan pernah tergantiikan
Kuu uucapkan teriimakasiih uuntuukmuu, peliita hatiikuu
Kuu uucapkan teriimakasiih uuntuukmuu..
Oh Guuruukuu…
Guru Sejahtera
Lihatlah dan coba cermati
Sosok yang datang di pagi sepi
Pantalon dan Kemejanya rapi
Bergesper gelap juga berdasi
Sepatu mengkilap melangkah pasti
Dengan laptop di tangan kiri
Dan juga alat komunikasi
Rambut tersisir berminyak wangi
Aromanya, Hmm… seharum kesturi
Lihatlah rumahnya,
Yang tak jauh dari sekolah
Sungguh bersih dan asri
Warna cat, hiasan dan alam serasi
Di halaman rumput hijau menghiasi
Diselingi pohon rimbun di kedua sisi
Garasi mobil di sebelah kiri
Dengan tanaman pot mengelilingi
Ada bangku-bangku diterasnya
Yang banyak dipenuhi bunga-bunga
Ada air mancur dan kolam
Di mana ikan bergerombolan
Di ruang dalam tak kalah juga
Perabot sederhana yang apik tertata
Ada ruangan luas satu saja
Dan rak buku sungguh besarnya
Aneka judul ribuan jumlah
Komik, kamus aneka majalah
Biologi, geografi juga sejarah
Karya sastra, puisi, cerpen dan prosa
Buku cerita anak, remaja, dan dewasa
Beragam kliping dan ensiklopedia
Deretan panjang hasil karya ilmiah
Sungguh sumber ilmu semua isinya
Ada juga media elektronika
Yang membuat pelajaran berjiwa
Peta benua semua ada
Juga globe dan berbagai alat peraga
Di situlah Ia siapkan pelajaran
Dengan sungguh-sungguh persiapan
Di depan kelas akan disampaikan
Ilmu dengan aneka penyampaian
Bagaimana murid-murid tak kaya
Dengan ilmu yang akan diserapnya
Seperti itulah semua rumah
Yang dimiliki guru-guru daerah
Mereka hidup dengan sejahtera
Bersama istri dan anak-anaknya
Karena jasa yang tiada tara
Mengukir pribadi anak negri
Dengan ilmu dan budi pekerti
Mengasah akal dan menghias hati
Sejak kecil hingga terbawa mati
Sungguh balasan yang tak sepadan
Meski dengan emas intan berlian
Di negeri pertiwi ini, kita bahkan masih melihat banyak guru menderita dengan kekurangan gaji dan masih menghadapi masalah sekolah yang membutuhkan biaya yang banyak. Maka kita harus bersyukur seperti yang tertera dalam puisi dibawah ini :
Terimalah aku yang ingin bersuci
Terimalah baktiku untukmu
Kau guru yang mulia
Dan sungguh sempurna
Mengajarkan kebersamaan
Dan kasih sayang bagi semua
Tak akan berpaling hatiku
Dari teduhnya kasihmu
Kau guru yang mulia
Dan bijaksana
Jalanmu terang bagi dunia
Sungguh besar kasihmu, Ibu
Guru agung maha bijaksana
Kau ajarkan damai bagi dunia
Aku semakin mencintaimu
Puisi sudah lama menjadi karya sastra yang populer untuk menyatakan sebuah kisah cinta anak manusia. Dan seperti halnya pujangga yang selalu merenungkan nasib di sekumpulan kertas, kita juga harus memberikan sentuhan tersendiri kepada para wanita atau dengan kata lain ibu guru yang telah mengubah sesuatu yang ada menjadi ada.
Dan inilah kumpulan puisi tentang mereka.. tentang jasa mereka..
Puisi Untuk Guru
Orang kata guru itu penat
Gaji tak seberapa kerja berlambak
Aku kata guru itu rehat
Mengajar tak seberapa tapi penuh berkat
Kerja sekerat-sekerat pahala penuh sendat
Ilmu yang dicurah tak dapat disekat
Makin dicurah makin mendekat
Orang kata guru itu sungguh bosan
Setiap tahun muka sama setiap bulan
Aku kata guru itu singguh riang
Sekali berkata murid ketawa girang
Bila berjaya murid terus menjulang
Jasa bakti tak pernah hilang
PUISI UNTUK SANG GURU
Engkau bagaikan cahaya
Yang menerangi jiwa
Dari segala gelap dunia
Engkau adalah setetes embun
Yang menyejukan hati
Hati yang ditikam kebodohan
Sungguh mulia tugasmu Guru
Tugas yang sangat besar
Guru engkau adalah pahlawanku
Yang tidak mengharapkan balasan
Segala yang engkau lakukan
Engkau lakukan dengan ikhlas
Guru jasamu takkan kulupa
Guru ingin ingin kuucapkan
Terimakasih atas semua jasamu
Tiada keindahan dalam puisi tapi makna yang terkandung didalamnyalah yang membuat semua itu terjadi, Seorang ibu dapat memberikan cinta kepada anak-anaknya, dan itu yang dilakukan seorang guru kepada muridnya. Mari kita renungkan dalam impian saat kita mengucapkan terima kasi kepada mereka dengan bercarik-carik puisi… Hmmm oh indahnya dunia ini..
SEKUNTUM BUNGA UNTUK GURU-GURU TERCINTA
Allah ciptakan matahari,
yang tak pernah bosan bersinar,
seperti halnya semangat dan kasih sayangmu dalam mendidik kami,
wahai guruku……
Allah ciptakan bulan untuk menerangi malam,
seperti halnya engkau bu guru,
yang selalu membimbing dan menerangi kami dengan berbagai ilmu
Allah ciptakan bintang dimalam hari sebagai penghias,
seperti halnya engkau bu guru,
yang selalu menghiasi hari-hari kami dengan begitu indahnya.
Allah ciptakan bunga yang begitu harum,
seperti halnya engkau bu guru yang telah memberikan keharuman pada hari-hari kami,
selama kami bermain dan belajar disekolah.
Mengapa setiap orang mau menjadi guru, bukankah gajinya kecil. Ya itu memang benar, tapi uang bukan segalanya. Cinta adalah segalanya. Dan itu yang dilakukan guru kebanyakan, mereka melakukannya untuk untuk kesetiaan untuk pengabdian dan untuk kebanggan.
Aku seorang guru.
Lihatlah…seharian,
aku telah diminta menjadi seorang aktor,
teman, penemu barang hilang, psikologi,pengganti orang tua, penasihat,
hakim, pengarah, motivator,
dan pembimbing ruhani murid-muridku..
Meski tersedia peta,
grafik, formula, kata kerja, cerita dan buku.
Aku sebenarnya tidak punya apa-apa untuk diajarkan,
karena murid-muridku sebenarnya hanya mempunyai diri mereka sendiri untuk belajar,
Tidak ada komentar:
Posting Komentar